Baca Puisi sesuaikan sama dengan judul lagu nya

Jumat, 04 Juli 2014

Pelarian Mu

sesak rasa nya dada ku ini saat mengingat mu
kau datang dan pergi sesuka hatimu
kau datang pada ku
saat tak ada sandaran lagi di hatimu
dan kau pergi,disaat hatimu penuh dengan bunga2

dulu,kau datang pada ku
dengan linangan air mata
yg tak terbasuh oleh siapapun
air mata,,,   yg aku anggap penderitaan mu
hingga aku iba melihat mu
ternyata......!
air mata itu hanya kau jadikan tali untuk penjerat leher ku

remuk jantung ku,
saat ku ingat ucapanmu dalam pelukan
kau katakan adalah dia  orang yg selalu membuatmu terluka
dia yg membuat mu mengalirkan air mata
dia,
dia tak akan pernah engkau cintai lagi
namun,,,,!
telah aku kumpulkan serpihan hati dari puing2 hingga jadi satu


kini....!
engkau anggap dia malaikat cintamu
kini ,kau anggap dia pangeran cintamu lagi
dan kini.....!
aku pun kau anggap sebagai buturan2 debu
yg bila kau raih hanya mengotorkan tubuh mu
aku sadar....!
aku hanya orng yg tak bisa memberimu apa2
selain cinta dan kasih sayang

mata ku memang tak bisa menatapmu,,,,,,!
tangan ku memang tak bisa menyentuhmu
dan kaki ku pun tak bisa menemani setiap langkah mu
namun aku punya hati yg selalu mencintai dan menyayangimu

kini,kau pergilah ke dunia mu
dunia yg penuh dengan cinta2 semu
cinta,yg hanya hadir di saat kau di butuhkan
dan hilang saat kau tak di perlukan
percuma aku kasihi dan aku sayangi
karna,kau emang tak pantas untuk aku cintai dan aku sayangi
terlalu banyak pilihan di hatimu,
 yg membuat mu terbuai akan cinta2 sesaat


kini,,,,!
hanya satu harapan ku
semoga,tak terjadi lagi kisah2 yg lama yg terulang kembali
kisah,dmna kelopak matamu yg selalu mengeluarkan butiran2 permata

terahir,
hanya satu pesan ku
tebar pesona mu,
 hanya akan mengundang hancurnya hatimu


SYAIR SI HATI SALJU

by  ; Johan Ekiano Savier
FB : rezkimarvel@yahoo.com   (Takayuki Yamada)


Rabu, 02 Juli 2014

Penyesalan mu Terlambat

saat2 kemarau di hati telah berlalu.
musim gugur dihatipun kini telah terlewati.
telah ku sambut musim semi cinta dengan penuh senyum dan harapan.
seperti kumbang,yg tersenyum saat melihat embun menetes membasahi bunga.
seperti kumbang......
yg berharap setetes embun itu dapat merekahkan kelopak sang bunga


bunga yg akan memberikan warna dan kehidupan yg baru pada sang kumbang.
bukan bunga yg menyebarkan bau busuk,yg bisa membuat sang kumbang semakin terpuruk.
 hari2 suram itu telah aku jalani.
 hari,dimana setiap deik nya anganku selalu di suguhkan penyesalan
. hari,dimana angan ku yg diisi dengan kekecewaan.
 dan hari,yg menumbuhkan kebencian kala melihat sepasang insan sedang bergembira di atas cinta nya.


hari2 itulah yg paling menakutkan.
namun,namun kini....!
satu kata bertuliskan cinta,telah merasuk kedalam jiwaku.
kata yg tak berwujud,dan kata yg tak dapat di sentuh.
satu kata itu,hanya dapat aku rasa dalam sanubari cinta yg telah bersemi.

DAN KINI.
kini kata itu telah berubah dan menjelma menjadi sebuah hati.
dan telah menghilangkan kebencian yg selama ini yg selalu menyelimuti .
AKU TAU.....!
mungkin Tuhan telah mempertemukan aku dengan orang yg salah,.
sebelum aku di pertemukan dengan orang yg benar.
agar aku,dapat menghargai dan menjaga cinta itu dalam lubuk hatiku.


tapi kini,kini sudah disaat aku bersama nya .
engkau hadir kembali dengan membawa penyesalan yg sangat mendalam.
dan kini engkau meminta agar diriku bisa menerima dirimu kembali
apakah dengan semudah itu...??
ingat kah engkau...??
dulu air mata ku telah banyak aku teteskan pada mu.
air mata yg sangat mahal untuk aku tetes kan pada cinta,


TAPI.
tapi ternyata air mata itu engkau sia2 kan begitu saja .
lalu kini,ada air mata yg mengalir saat teringat akan diriku
apakah aku akan menyia nyia kan nya juga..??
TIDAK...!
sungguh tidak mungkin air mata ketulusan itu akan ku tukar dengan air mata penyesalan darimu.


enyah lah engkau bersama sesal mu.
percuma.....!
percuma saja syair2 indah itu engkau lantunkan dengan halus di telinga ku.
 karena bagiku,penyesalan mu sudah terlambat.

.
 SYAIR SI HATI SALJU

 by : Johan Ekiano Savier
 FB : Takayuki Yamada

Dimanakah Masalaluku

 Syair isi HATI Salju

cerita demi cerita
malampun sudah larut senja
aku masih disini bersama luka
bertemankan sepi,berselimutkan sunyi
begitulah diriku setelah kau pergi

kucoba tuk melupakan bayangan dirimu
tapi entah kenapa aku tak mampu
aku tak mampu
walau kini kau tak lagi mekar dalam hati ku
tapi semua kenangan yg telah kau berikan pada ku
masih saja membekas dalam angan yg sangat menyiksaku

masih teringat jelas dalam ingatan
saat kau disini,di samping ku....!
pernah ku coba memberikan hati ini
ku pandang lain...tapi tak mampu
menghentikan sosok dirimu dalam hati ku

bukannya aku tak berusaha menahan
otakku,untuk tidak memikirkan mu
tapi ini memang salahku yg tetap
aku anggap benar
yg menyimpan nama mu terlalu dalam
dalam hatiku

didalam kedinginan jiwa ku
kau selalu hadir mendekap erat kalbuku
dalam kesendirian nuraniku
kau temani aku dengan kemesraan

namun kini engkau telah pergi
pergi karena keegoisan diri ini
aku tak pernah bisa mengerti dirimu
meski kau salalu berusaha mengerti aku
tapi akhirnya kaupun lelah dan kau pun MENYERAH

segenggam harapan harus terhenti....!
aku masih bisa merasakan nya
saat air matamu jatuh di pundak ku
aku tak sanggup menyapu air mata itu
MAAFKAN AKU CINTA

kini,takkan ada engkau yg kedua kali nya
waktu yg terlewat takkan bisa terulang
rasa yg telah aku abaikan,takkan bisa lagi datang
rasa yg kau tancapkan begitu halus dan dalam
hingga aku tak mampu merasakan nya

namun kini....? kini setelah engkau tiada
segalanya terasa hampa
cinta.....!   dimanakah engkau kini...??
sungguh beruntungnya dia yg memiliki mu
dan betapa bodoh nya diriku yg mengabaikan mu

     semoga engkau tau....!
meski di ujung sana senyuman mu bukan untuk ku lagi
tapi disini,senyuman ku aku persembahkan untuk kebahagiaan mu
namaMU akan selalu menjadi pelangi dalam hati ku
yg hanya bisa dirasakan indah nya
namun tak dapat aku raih,maafkan aku CINTA

Sedihnya Cintaku

Percaya Gak Kalau Puisi Ini Sedih???

dibatas senja ini
indah nya mengusir kesedihan
namun,sebentar lagi akan pergi
malampun akan datang menemani

          ku coba nikmati,meski sendirian
          untuk mengenang masa2 kecil ku
          dimana aku belum mengenal CINTA
          waktupun telah lama berlalu
          matapun menangis karena sepi
          selalu menyelimuti

dalam gelapnya malam
aku teringat akan wajah mu
teringat akan masa2 indah
saat bersama mu

masih ku ingat dengan jelas kerlingan matamu
saat pertama kali kita bertemu
mata indah itu yg mampu meluluhkan hatiku
hati yg selama ini beku
dan memalingkan diri dari cinta

kau telah membuat hari2 ku berwarna
kau lah yg membuat hari2 ku bermakna
dan kau lah yg membuat ku mengerti arti cinta
dan kasih sayang

tapi kini.....?
aku telah kehilangan mu
kini....!
kau telah pergi bersama nya

masih teringat jelas di mata ku
saat kau menangis dalam pelukan ku
menangis karena kau telah di campakkan


aku yg tak pernah lelah,untuk menghapus air mata itu dengan ketulusan
aku yg selalu ada di saat kau membutuhkan
kini kau tega meninggalkan aku

dulu ku berharap,mencintaimu adalah hal yg terakir bagiku
saat aku terbuai oleh cinta dan kasih sayang mu
dia hadir kembali untuk mengenang cintanya bersama mu

kau pun terbuai oleh nya
kau pun terlena oleh bujuk rayu nya
dan akhir nya kau pun pergi bersama nya

meninggalkan sejuta kekecewaan karna telah mencintai dan menyayangimu
mengapa semua ini harus pada ku...??
aku yg setulus hati mencintai mu
ternyata hanya kau jadikan korban pelarian cintamu

kini malam telah memilikiku
menarik tanganku bersama nya
memeluk ku dalam tangan syahdunya


by : Johan Ekiano Savier

Facebook : Takayuki Yamada & Rezky Bellato Nebulla
Email        : rezkimarvel@yahoo.com
                : rezki.marvel@ymail.com
twitter      : @Chani_ago

Selasa, 01 Juli 2014

Kau Hianati Aku Demi Dia

Sekebun cinta telah berbunga
Secabang kasih telah terasa
Sesejuk embun pagi yang menetes dan mengalir
membasahi rerumputan
seindah pelangi yg melukis langit kala bumi sejuk dengan air hujan
begitulah umpama kata2 mu pada ku

dulu kau sangat memikat ku,
dengan kata2 indah yg selalu kau ucapkan pada ku
dan janji manis yg selalu kau luap kan pada ku

namun kenapa saat aku terbuai dengan semua yg kau berikan
engkau merampas dariku dengan sekejap mata
kau membuat ku terbakar oleh api CINTA
dan kau menghancurkan bangunan cinta yg aku bangun dengan susah payah

Demi Tuhan,
sungguh diri ini dahulu nya sangat lah berharga
sungguh air mata ini sangat lah mahal untuk aku tetes kan untuk seorang wanita
tapi,kenapa disaat ini air air mataku tak henti2 nya menetes saat ku ingat akan kecurangan dirimu
kenapa air mata ini sangat lah murah padamu

kau memberikan cinta yg palsu padaku
yg ku hanggap adalah cinta yg keluar dari lubuk hati mu
tapi cinta itu hanya kau jadikan sarana untuk mendapatkan dia

bodoh nya diri ku,menggemgam erat cinta itu
dalam hati ku "Apakah ada aku menyakitimu??"

Kasih...!
jangankan aku untuk berniat untuk menyakiti hati mu
sehelai rambut mu pun tak pernah aku lukai

kini di saat kau telah bersama nya
aku hanya bisa memandangi kecurangan warna bunga impianku
MENYESALPUN TIADA GUNA LAGI

aku tak mungkin memiliki mu
karena aku hanya di anggap menyusahkan untuk meraih impian mu
Siapakah Diriku...???

Aku sadar diri ini anak orang tak punya
yang mengharapkan cinta dari anak seorang raja
kau bagaikan merpati yg bisa terbang sesuka hatimu
sedang aku??
aku bagaikan siput,yg berjalan satu langkah saja harus susah payah untuk menjalani nya

aku yg selalu di landa gelap dan sunyi
yg hanya bisa tersenyum,kala terbit sang MATAHARI
aku sadari itu semua

tapi biarlah
biarlah penyesalan ini yg selalu aku kenang
tanpa kau curangi pun aku akan melepas mu
karna memang itu pilihan mu

biarlah ini menjadi suatu pelajaran
bagi insan yg tak punya ini
agar tak mengharap lagi dicintai oleh seorang putri seperti mu
meski dalam lubuk hati yg terdalam
mengadu pada Tuhan

aku juga ingin Tuhan
aku juga berhak mendapatkan yg seperti dia
yg tampa melihat kekurangan dan kelebihan ku




by : Johan Ekiano Savier
      rezkimarvel@yahoo.com
      rezki.marvel@ymail.com


                                                                                                               

                                                                                                                    Dhea Tandon



                                                                                          


         Johan Ekiano Savier